Project 1
Pembuatan Biobaterai dari Kulit Pisang dan Kulit Pepaya dengan Campuran Belimbing Wuluh
Biobaterai merupakan sumber energi alternatif yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai elektrolit untuk menghasilkan energi listrik. Pemanfaatan limbah organik sebagai bahan biobaterai menjadi salah satu upaya mendukung energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi jumlah sampah organik yang dihasilkan masyarakat. Pada kegiatan ini, biobaterai dibuat menggunakan kulit pisang dan kulit pepaya yang dicampur dengan belimbing wuluh sebagai sumber elektrolit alami.
Kulit pisang dan kulit pepaya mengandung berbagai senyawa organik, mineral, serta kadar air yang cukup tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai media penghantar ion. Sementara itu, belimbing wuluh memiliki kandungan asam organik yang tinggi, terutama asam sitrat dan asam oksalat, yang dapat meningkatkan kemampuan larutan dalam menghantarkan listrik. Kombinasi ketiga bahan tersebut menghasilkan elektrolit alami yang mampu mendukung reaksi elektrokimia pada biobaterai.
Proses pembuatan biobaterai diawali dengan membersihkan kulit pisang dan kulit pepaya, kemudian memotongnya menjadi bagian kecil. Selanjutnya, kedua bahan tersebut dihaluskan dan dicampur dengan belimbing wuluh hingga membentuk pasta homogen. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang telah dipasang dua elektroda berbeda, yaitu seng (Zn) dan tembaga (Cu). Perbedaan potensial antara kedua elektroda akan menghasilkan aliran elektron sehingga terbentuk energi listrik yang dapat diukur menggunakan multimeter.
Melalui kegiatan ini, peserta didik dapat memahami konsep perubahan energi kimia menjadi energi listrik, prinsip reaksi redoks, serta pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengembangan energi terbarukan. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan metode ilmiah melalui proses observasi, eksperimen, pengukuran, dan analisis data.
Pembuatan biobaterai dari kulit pisang, kulit pepaya, dan belimbing wuluh menunjukkan bahwa limbah organik memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif yang sederhana, murah, dan mudah diperoleh. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan limbah organik serta mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan yang ramah lingkungan.